Sunday, January 21, 2018

REVIEW - Aplikasi Yawme


Assalamu'alaikum wankawan.

Nah kemaren aku pernah ngereview salah satu aplikasi android semacam Mutabaah Yaumiyah di instastory aku.

Buat kamu yang kemaren belum nyimak reviewnya, aku bakalan kasih reviewnya lagi disini.


Jadi nama aplikasinya itu YAWME, aplikasi ini adalah aplikasi personal assistant yang nantinya bakalan membantu kamu untuk memenuhi target-target ibadah harian kamu. Sebelumnya aku juga pernah pakai aplikasi mutabaah yaumiyah dari Badr Interactive, tapi fitur dan tampilannya belum se-ketje ini dulunya hehe

Hal yang terpenting saat menggunakan aplikasi ini adalah kamu harus konsisten atau istiqomah baik dalam hal pelaksanaan ibadah dan pelaporan di aplikasi.

Tampilan awal setelah kamu log in ke aplikasi
Untuk masuk ke aplikasi Yawme kamu harus log in menggunakan akun Goole atau akun Facebook.

Tampilan Home
Di menu Home ini lah kamu bisa melaporkan seluruh aktivitas ibadah kamu nantinya.

Untuk mengatur ibadah-ibadah apa saja yang akan kamu jadikan sebagai targetan ibadah kamu, kamu bisa klik icon berbentuk pena dan kertas di sudut kanan paling atas layar. Nanti akan muncul tampilan seperti ini

Tempat kamu mengelola aktivitas apa aja yang dijadikan amalan yaumiyah
Nah, kalau disebelahnya ada icon gembok itu berarti aktivitas itu sudah ada di List Amalan Yaumiyah kamu, kalau belum ada tinggal kamu centang kolom checklistnya.  Kalau udah selesai klik tombol Ubah Aktivitas.

Di YAWME ini juga ada fitur Grupnya, jadi kamu bisa mengevaluasi ibadah harian kamu bareng kelompok atau orang-orang terdekatmu. Makin semangat dong buat berlomba dalam kebaikan, asal kita tetap jaga niat kita😊

Fitur ini cocok banget buat kamu yang punya 'lingkaran' atau grup Liqo/Halaqah. 

Tampilan menu grup
Di dalamnya juga ada menu Leaderboard loh

Setiap grup di YAWME privasinya bisa dijadikan publik atau private. Kalau kamu mau invite teman kamu ke grup bisa langsung pakai kode grup kamu.

Ini adalah grup-grup publik
Nah grup publik ini dapat memungkin kamu untuk berlomba dalam beribadah dengan orang-orang yang baru yang sesuai denganmu. Mulai dari komunitas, organisasi dll.
Tampilan menu profil
Di menu profil ini kamu bisa lihat rekapan hasil targetan ibadah kamu, bisa perpekan atau perbulan.
Ada level-levelnya juga loh, semakin banyak poin kamu maka semakin tinggi level kamu.


Nah itu dia sedikit review aku buat aplikasi YAWME, semoga bermanfaat buat wankawan sekalian. Semoga kedepannya kita lebih bersemangat dalam beribadah dan semakin konsisten!

Kamu bisa langsung download aplikasi YAWME ANDROID DISINI atau IOS DISINI

Wednesday, January 17, 2018

Geng "Kak Folback Dong"


Folback kakaaaaa....
Folback ya..

Kalian sering ga dapat pernyataan kaya gini? atau ternyata kalian menjadi bagian dari orang-orang yang suka buat pernyataan ini? 😂

Buat yang suka main hati Instagram kayanya udah seringlah ya lihat pernyataan ini.

Ada banyak alasan sih kenapa orang-orang pada suka minta polbek-polbek, ya salah satunya buat nambah-nambah follower, karena zaman now ini followers itu salah satu hal yang 'diperhitungkan' (katanya).  Bahkan kalau udah banyak bisa dijual kan yah? Jualan followers jadinya😁

Kenapa? Sebenernya tergantung niat kita sih. Sering dong kita denger kalau Ustadz lagi ceramah bilang kalau followers kamu itu juga bisa jadi ladang amal untuk kamu, dan bisa juga jadi ujian buat kamu. Kelak kamu akan mempertanggungjawabkan apa aja yang udah kamu share ke followers kamu. Hal baik kah? atau sebaliknya? Tuh kan jadi ceramah

Tapi sebenernya aku ga mau bahas tentang followers, tapi mau bahas Geng "Kak Folback Dong"

Whehe, kayanya geng ini lebih hits dari geng anak motor loh 😁

Kadang aku heran sama geng ini, apalagi yang suka buat komen "Kak Folback Dong" di postingan akun Instagram artis-artis. Entahlah niatnya cuman ngerameiin komentar atau emang bener2 niat minta dipolbek.🙈

Padahal kalau dipikir-pikir, jarang (kemungkinan gak ada) loh selebritis/selebgram yang mau ngepolbek orang-orang yang dia ga tau asal usulnya dari mana hehe 

Kenapa kita harus pilah-pilih orang yang harus kita follow?

Gaes, di zaman now ini mungkin hal yang paling sering kamu lihat tiap harinya adalah timeline akun sosial media kamu. Iya gak? iyain aja deh Jadi kamu ga mau dong kalau apa yang kamu lihat tiap harinya adalah hal hal yang ga bermanfaat. Misalnya nih bayangkan kalau tiap harinya di timeline sosmed kamu yang muncul foto-foto orang selfie mulu. Dan terus kamu juga jadi pengen deh aplut aplut foto selfie kamu, menular kan yah😨 Ini masih contoh loh yah, tapi gimana kalau hal-hal yang buruk?


Jadi ada benernya perkataan seseorang tentang 
"Kamu adalah apa yang kamu baca
"Kamu adalah siapa yang kamu Follow"


Aku juga beberapa kali dapat pernyataan minta folbek dari beberapa orang. Sebenernya agak segan mau nolak atau diabaikan. Walaupun itu teman aku sendiri.

Alasannya bukan karena kita sombong atau gimana, alasan utamanya itu dia yang tadi, Aku pribadi pengen timeline aku rapi dan isinya baik dan yang memang menarik buat aku hehe dan bukan berarti kalian yang ga aku follow balik adalah orang-orang ga baik yah. hehe

Aku pribadi lebih suka ngefollow official akun atau kaya akun public figure (bukan selebritis) misal kayaknya orang-orang pegiat sosial, artist (bukan aktris yah) pokoknya akun-akun yg kayak begitu lah hehe.

Intinya sih buat temen-temen yang sampai sekarang masih tergabung dalam Geng "Kak Folback Dong", segeralah bertobat hehe  kita semua harus faham tiap orang punya kebebasan tersendiri mau ngefollow siapa tanpa harus dihantui dengan rasa segan dan semacamnya kalau ga ngefolback, 

Biarkanlah tiap orang memilih sendiri siapa aja yang mau difollownya dan biarkan ia menata isi timeline sosial medianya tanpa rasa terbebani :)

Kalau ada yang ngerasa "Kok urusan folback ngefolback terlalu dipikirkan kali ya?"  Tapi Kawan, memang begitulah zaman now ini. Interaksi dan aktivitas kita kadang lebih banyak di dunia maya dibandingkan di dunia yang sebenarnya😊


Jazakumullah khoir, semoga tulisan yang agak singkat ini dapat menyadarkan kita semua dalam urusan follow ngefollow hehe😊

Monday, January 15, 2018

Upe Minjemin Buku


Bismillah,

Jadi setelah sekian bulan gak beberes lemari alhamdulillah akhirnya dapat waktu luang juga untuk beberes lemari. Ternyata setelah dilihat-lihat yang menguasai lemari baju ini ternyata bukan pakaian. 😁Tapi malah beberapa buku koleksi dari tahun 2014 (awal kuliah). Dan akhirnya aku memutuskan untuk memberikan mereka 'tempat tinggal' baru walau ga besar-besar amatlah. hehe

Penampakan lemari buku anak kos 🙈
Terus aku mikir, buku sebanyak (padahal ga banyak) ini sayang kalau cuman 'diendapin' aja setelah aku baca. Walaupun belum semua juga sih yang aku baca hehe maklum sok sibuk.😂

Jadilah terlintaslah ide untuk meminjamkan buku-buku ini ke kawan-kawan sekalian yang ada di sekitaran Medan. Hitung-hitung jadi ladang pahala. hehe 

Buat yang di daerah Labuhan Batu tepatnya Aek Nabara, aku juga punya beberapa buku yang 'terendap' di rumah. insyaAllah nanti juga akan aku buat list, mana tau anak Aek Nabara ada yang mau minjam, tapi kalau koleksi buku yang di rumah mungkin sih kebanyakan novel sama komik, ya maklumlah itu koleksi zaman esempe sama esema.😂

Tapi, ada tapinya nih. Aku buat beberapa persyaratan untuk yang mau minjam, ga sulit kok, ↡↡

1. Amanah, kamu harus ngejaga bukunya jangan sampai rusak atau hilang. Jangan dicoret-coret juga yah hehe
2. Mulangin Tepat Waktu, untuk waktu peminjaman sesuai kesepakatan, dilihat dari jumlah halaman buku.
3. Jangan Dioper-oper (bener ga sih tulisannya?), Apalagi tanpa lapor dulu.😭

Nah, ga sulit kan?

LIST BUKU ADA DISINI

Kalau Mau Minjam Langsung aja KESINI