Showing posts with label catatan singkat. Show all posts
Showing posts with label catatan singkat. Show all posts

Friday, April 27, 2018

Anak dari Rasa Syukur



Pernahkah kita merasa biasa saja ketika melihat orang kaya bergelimang harta, tetapi merasa kagum pada dia yang hidupnya sederhana? Atau Sebaliknya, kita terkagum-kagum pada orang yang mempunya jabatan strategis, anak-anak cerdas, istri cantik parasnya. Dan merasa euwww terhadap dia yang hidupnya pas-pasan.

Taukah kamu apa yang mempengaruhi fikiranmu itu?

S U D U T   P A N D A N G

Bisa jadi walaupun kamu bergelimang harta, mempunyai jabatan strategis, anak-anak cerdas, teman-teman hits tapi ternyata ada orang-orang menganggap kamu tidak sukses.

Karena gelimangan hartamu ternyata kau pergunakan di jalan yang salah, jabatan strategismu kau gunakan untuk mendulang lagi harta-harta kotor mu. Anak-anakmu yang cerdas ternyata terlena dengan kecerdasannya. Dan ternyata semua kenikmatan yang kau punya bak batu besar diujung tali yang semakin menyeretmu ke lubang kehinaan.

Orang-orang yang berilmu lagi beriman melihatmu tidak dalam kesuksesan. Karna hakikatnya memang begitu.

Di sisi lain, ternyata ada dia yang hidupnya sederhana. Hidup dalam kecukupan, jangankan gelimangan harta, anak pun ia tak ada. Tapi entah mengapa hidupnya lebih terasa manis bak madu.
Sederhana, selalu merasa cukup bukan berarti ia tidak pernah bekerja keras dan mempunyai mimpi-mimpi besar.

Tapi ada satu hal yang tumbuh subur di segumpal daging miliknya.

R A S A   S Y U K U R

Sadarkah kita bahwa rasa yang terlihat sepele itu dapat mengubah cara berfikirmu, sudut pandangmu, orientasimu. Ketika yang lain berambisi dengan duniawi, dan ternyata kau selalu merasa cukup akan duniawi dan haus akan hal-hal ukhrawi.

Itu semua tergantung sudut pandangmu. Sudut pandangmu lah yang akan merubah orientasi hidupmu.

Tapi sudut pandangmu tergantung tingkat keimananmu dan keilmuanmu.

Monday, April 9, 2018

Kehilangan - Sebuah Catatan Penguatan Diri

Sebuah catatan singkat penguatan diri dan hati saat kehilangan. 

Kehilangan mengajarkan kita banyak hal, keikhlasan, ketidakberdayaan bahkan kehilangan dapat menguji sejauh mana keyakinan kita terhadapNya bahwa Ia akan mengganti sesuatu yang hilang itu dengan yang lebih baik. 

Karena benar bahwa Ia lebih mengetahui apa yang terbaik untuk diri kita.

Kehilangan juga mengajarkan kita bahwa tidak ada satupun di dunia ini yang benar-benar menjadi hak milik kita seutuhnya.

Akan ada yang benar-benar hilang, atau malah akan berpindah tangan. 

Tapi satu hal,

Kita boleh tidak menyesal ketika kehilangan sesuatu apalagi yang bersifat duniawi, tapi jangan sampai kita merasa 'baik-baik' saja ketika kehilangan keimanan terhadapNya dan hidayah dariNya.

 Na'udzubillahi min dzalik

Tuesday, March 20, 2018

Menikmati Peran


Ada beberapa orang yang tidak dapat mengungkapkan sesuatu dengan menarasikannya dengan baik. Ada juga beberapa orang yang tidak dapat memvisualisasikan ungkapannya dengan baik.

Di antara mereka mana yang lebih baik?

Keduanya sama-sama baik, tiap kita punya potensi dan kelebihan masing-masing. Jangan berkecil hati ketika kamu tidak mahir dalam berbicara di hadapan orang banyak. Toh kamu masih bisa mengungkapkannya dengan penamu baik dengan menulis ataupun mevisualisasikannya dalam bentuk gambar.

Juga sebaliknya jangan berkecil hati ketika kamu adalah orang yang suka dan senang berbicara di hadapan banyak orang, tetapi tidak mahir dalam mevisualisasikannya dalam bentuk tulisan dan lukisan.

Tetapi tidak menutup kemungkinan jika kamu bisa keduanya, karena potensi itu bisa digali guys, semakin kamu sering berlatih dan terus konsisten maka potensi-potensi terselubung kamu akan semakin 'show up' dan dapat menjadikan kamu seseorang yang multitalent.

Ibarat  ketika produksi komik,
Ada komikus yang bisa membuat gambar dan script dari komik tersebut sekaligus. Tetapi ada juga komikus yang mereka butuh script dari orang lain. Butuh ide cerita dari orang lain.

Sebaliknya juga, ada orang yg pandai menulis atau membuat rangkaian cerita tetapi mereka tidak bisa memvisualisasikannya dalam bentuk gambar. 

Apa yang harus dilakukan?

K O L A B O R A S I

Yaps, dunia kita ini dunia kolaborasi guys, dimana semuanya saling menyempurnakan terhadap yang lainnya. Peran yang satu menyempurnakan peran yang lainnya.

Bayangkan kalau mobil isinya setir semua ga ada roda, ga ada rem, ga ada gas, ga ada ban, ga ada baut dll.  Jadinya ga berguna! (Apalagi ada kamu ga ada aku)

Tugas kita cuman menikmati dan memaksimalkan peran kita walaupun peran kita hanya diibaratkan sebuah baut kecil,  ga perlu iri terhadap peran yang orang lain mainkan.

Bayangkan aja apa yang terjadi ketika baut baut kecil itu tidak ada? Apakah sempurna?

Selamat menikmati peran masing-masing
Upemaw, 2018

Sunday, December 17, 2017

Aktivis Dakwah Kok Ngeluh!


Ini sebenarnya #ntms juga buat aku.
Ga sedikit dari teman-teman yang ngakunya aktivis Dakwah tapi sering banget ngeluh di berbagai status sosmednya, ngeluhnya tuh juga macem2, ada yang ngeluh melow, ngeluh sambil emosi, ngeluh cantik, dan jenis2 ngeluh lainnya. Bahkan hal hal kecil juga dikeluhin!

Kemoonn gaesss, kamu yang katanya aktivis Dakwah, penyebar energi kebaikan kok malah ngeluh sih? Ya walaupun jalan dakwah ini memang penuh onak dan duri kamu harus tetap semangat!

Sebenernya kalau kamu udah memang berada di tahap yang memang pantas untuk mengeluh, ya udah gpp ngeluh aja, tapi ada tapinya nih, ga perlu dong sampai disebar sebar ke sosmed, dibuat status segala. Cukup ngeluhnya sampai di hati aja udah selesai, jangan sebarkan energi negatif kamu yah!

Keep Hamasah! Stay sabr!

Saturday, December 16, 2017

Ilmu dan Mental dalam Pernikahan



Pelajaran dari salah satu selebgram
Nikah itu ga sesederhana kamu suka, taaruf nikah , habis itu udah selesai.
Nikah itu butuh ilmu
Bukan soal siapa yang duluan, tapi siapa yang lebih siap.

Nikah muda itu ga masalah, asal kamunya punya ilmu dan udah siap mental.
Nikah itu ibadah seumur hidup, nikah itu bukan main mainan, yang dimana kamu udah ga suka lagi seenaknya aja minta bubaran.
#ntms